DAFTAR ISI
[ Hide ]
Rabu, 12 Agt 2026
101 Views
Kalau kamu ingin hiking sekaligus healing, menjelajahi curug Jawa Barat bisa menjadi pilihan liburan yang seru. Bentang alam pegunungan membuat provinsi ini punya banyak air terjun yang tersebar dari Sukabumi hingga Ciamis.
Setiap curug menawarkan karakter berbeda, mulai dari aliran megah sampai kolam alami berair jernih. Nah, untuk memudahkan kamu memilih destinasi curug, artikel ini akan mengulas 16 curug terbaik di Jawa Barat.
Tapi sebelum itu, penting diketahui harga tiket masuk (HTM) dan jam operasional bisa berubah mengikuti kebijakan pengelola. Jadi cek kembali informasi terbaru sebelum berangkat ya!
DAFTAR ISI
[ Hide ]

Curug Cikaso terkenal dengan tiga aliran air yang jatuh berdampingan ke kolam berwarna hijau kebiruan. Panorama tersebut membuatnya menjadi salah satu ikon wisata air terjun Jawa Barat.
Lokasinya berada di Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. HTM umumnya sekitar Rp5.000–Rp10.000, belum termasuk parkir atau biaya perahu jika kamu memilih akses melalui sungai.

Berada di kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Curug Cimarinjung menawarkan tebing batu kemerahan yang terlihat eksotis. Tingginya sekitar 50 meter dengan aliran yang mengarah ke kawasan pesisir selatan.
Curug ini berlokasi di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Pengunjung umumnya tidak dikenai HTM, sedangkan jam kunjungnya sekitar pukul 09.00–17.00 WIB.
Curug Sodong memiliki dua aliran berdampingan yang membuatnya dijuluki Curug Kembar. Aksesnya relatif mudah karena kamu tidak perlu melewati jalur trekking yang terlalu panjang.
Lokasinya berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Siapkan HTM sekitar Rp5.000 dan datang antara pukul 08.00–16.00 WIB agar punya waktu cukup untuk mengeksplorasi kawasan.
Curug Sawer cocok buat kamu yang ingin menikmati air terjun sekaligus suasana hutan di kawasan Situ Gunung. Jalurnya sudah tertata dan dapat dikombinasikan dengan kunjungan ke jembatan gantung.
Lokasinya berada di Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Tiket kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berkisar Rp16.000 saat hari kerja dan Rp18.500 pada hari libur, sedangkan paket jembatan memiliki tarif terpisah.
Curug Citambur punya aliran tinggi dan deras yang menghasilkan kabut air di sekelilingnya. Pemandangannya makin menarik karena dikelilingi tebing serta perbukitan hijau.
Curug ini berada di Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur. Menurut portal wisata Kabupaten Cianjur, HTM-nya Rp10.000 dengan jam operasional sekitar pukul 07.30–17.00 WIB.

Curug Cibeureum berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan dapat dicapai melalui trekking dari Cibodas. Jalur sekitar 2,7 kilometer ini menawarkan hutan hujan, telaga, dan jembatan kayu yang fotogenik.
Lokasinya berada di Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Tiketnya sekitar Rp16.000 pada hari kerja dan Rp18.500 saat hari libur, dengan pelayanan loket umumnya pukul 07.00–14.00 WIB.
Aliran Curug Cikondang melebar di atas tebing bertingkat sehingga tampilannya sering disamakan dengan Niagara versi mini. Pemandangannya paling menarik ketika debit air cukup, tetapi kondisi jalannya tetap aman.
Curug ini terletak di Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. HTM berkisar Rp5.000–Rp10.000 dan jam operasionalnya sekitar pukul 08.30–16.00 WIB.
Curug Leuwi Hejo punya kolam alami dengan air kehijauan yang menjadi daya tarik utamanya. Kamu bisa bermain air setelah menyelesaikan trekking singkat melewati jalur berbatu.
Lokasinya berada di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. HTM berkisar Rp15.000–Rp25.000 dengan pelayanan wisata umumnya pukul 08.00–17.00 WIB.
Satu tiket ke Curug Cilember akan membawa kamu menjelajahi kawasan yang mempunyai tujuh tingkat air terjun. Jalurnya melewati hutan pinus dan tersedia area berkemah untuk kamu yang ingin bermalam.
Lokasinya berada di Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. HTM mulai sekitar Rp25.000 dan kawasan wisata biasanya beroperasi pukul 08.00–18.00 WIB.

Curug Malela dijuluki “Little Niagara” karena memiliki aliran lebar dengan beberapa jalur air yang berjejer. Air terjun setinggi sekitar 60 meter ini cocok buat kamu yang menyukai destinasi megah dan menantang.
Lokasinya berada di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. HTM-nya sekitar Rp10.000 dengan jam buka pukul 08.00–17.00 WIB, tetapi kamu perlu menyiapkan tenaga ekstra untuk trekking.
Curug Bugbrug menjadi pilihan menarik kalau kamu cari suasana yang lebih tenang daripada destinasi populer di kawasan Lembang. Airnya jatuh dari tebing setinggi sekitar 50 meter menuju kolam alami yang cukup luas.
Curug ini berada di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Siapkan HTM sekitar Rp10.000–Rp15.000 dan usahakan datang antara pukul 08.00–17.00 WIB.
Sesuai namanya, Curug Ibun Pelangi bisa menampilkan pelangi ketika cahaya matahari menembus embun air. Tebing batu tinggi di sekelilingnya juga menciptakan suasana seperti ngarai tersembunyi.
Lokasinya berada di Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. HTM sekitar Rp12.000 dengan jam buka pukul 08.00–17.00 WIB, sedangkan peluang melihat pelangi biasanya lebih baik saat cuaca cerah.

Curug Cipeuteuy menawarkan aliran bertingkat dan kolam alami di tengah kawasan hutan Gunung Ciremai. Medannya relatif bersahabat sehingga cocok untuk liburan bersama teman maupun keluarga.
Lokasinya berada di Jalan Dukuh Pasir, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka. HTM terbaru berkisar Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak, dengan jam operasional sekitar pukul 07.30–17.00 WIB.
Curug Cibareubeuy merupakan hidden gem setinggi sekitar 40 meter yang mengalir di antara tebing hijau. Perjalanannya terasa lengkap karena kamu akan melewati sawah, sungai, dan perkampungan sebelum tiba di lokasi.
Curug ini berada di Desa Cibeusi, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. HTM sekitar Rp10.000 dan perjalanan trekking dari area parkir membutuhkan waktu kurang lebih satu jam.
Curug Orok dikelilingi perkebunan teh dan udara sejuk khas pegunungan Garut. Selain aliran utama yang besar, ada beberapa aliran kecil di sisi tebing yang membuat panoramanya semakin unik.
Lokasinya berada di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. HTM berkisar Rp17.000–Rp20.000 dengan jam operasional sekitar pukul 08.00–17.00 WIB.
Curug Jami cocok buat kamu yang mencari suasana alami dan belum terlalu ramai wisatawan. Airnya berasal dari kawasan Gunung Sawal, lalu mengalir ke sungai jernih yang bisa digunakan untuk bermain air.
Lokasinya berada di Dusun Kujang Kulon, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Aksesnya gratis atau dikenai retribusi sekitar Rp2.000, dengan biaya parkir mulai Rp3.000 dan jam kunjung yang disarankan pukul 08.00–16.00 WIB.

Sebelum menjelajahi curug Jawa Barat, perhatikan cuaca, kondisi medan, dan perlengkapan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Cek prakiraan cuaca dan usahakan datang pagi hari saat jalur masih sepi. Pilih musim kemarau serta hindari sungai setelah hujan deras karena debit air bisa meningkat.
Lakukan pemanasan dan pilih curug dengan medan yang sesuai kemampuan fisik kamu. Jangan ragu beristirahat kalau perjalanan mulai terasa berat.
Bawa baju ganti, air minum, camilan, sunscreen, serta obat pribadi dalam tas. Gunakan sandal gunung atau sepatu bersol antiselip agar lebih aman di jalur basah.
Selain ketiga persiapan di atas, memilih outfit ke curug juga nggak kalah penting. Outfit yang tepat akan membuat kamu lebih bebas bergerak selama trekking dan bermain air.
Pilih kaos berbahan ringan atau quick-dry yang bisa menyerap keringat dengan baik dan tidak bikin gerah. Lalu padukan dengan celana cargo, jogger, atau celana pendek yang fleksibel.
Jangan lupa juga bawa jaket gunung seperti windbreaker atau tracksuit agar tubuhmu tetap hangat saat angin kencang, cuaca dingin, atau hujan gerimis saat trekking ke curug.
Nah, kamu bisa temukan inspirasi outfit ke curug di Greenlight dan 3Second. Tinggal pilih item yang paling pas dengan gayamu!
Artikel ini ditulis oleh: 3Second Writer - SM
Bagikan