DAFTAR ISI
[ Hide ]
Rabu, 1 Jul 2026
366 Views
Buat kamu yang belum pernah ke Bukit Paralayang yang ada di Jogja, wajar kalau masih banyak tanda tanya soal apa yang perlu disiapkan dan gimana cara menikmatinya dengan aman. Nah, ada beberapa tips ke Bukit Paralayang untuk pemula yang kalau kamu tahu dari awal, liburanmu bakal jauh lebih nyaman dan berkesan.
Mulai dari kapan waktu terbaik datang, gimana kondisi jalan yang perlu kamu antisipasi, sampai apa yang boleh dan nggak boleh dilakukan di sana, semua ini penting buat kamu ketahui sebelum berangkat. Soalnya, beberapa kebiasaan yang kelihatannya sepele ternyata bisa bikin pengalaman liburanmu jauh berkurang.
Yuk, simak tips lengkapnya berikut ini!
DAFTAR ISI
[ Hide ]
Bukit Paralayang Jogja bisa dikunjungi kapan aja karena aksesnya buka 24 jam, tapi waktu terbaik untuk datang adalah sore hari, sekitar pukul 15.00 sampai 17.00 WIB.
Di jam-jam ini, cuaca biasanya mulai sejuk, angin stabil, dan kamu bisa nikmati pemandangan sunset dengan latar belakang deretan pantai Jogja bagian selatan yang membentang dari atas bukit.
Kalau kamu datang terlalu siang, matahari masih terik dan panas di atas bukit yang minim naungan ini cukup menyengat. Sebaliknya, datang terlalu malam juga kurang ideal karena area puncaknya mulai gelap dan beberapa fasilitas sudah tutup.
Jadi, sore hari adalah waktu golden yang paling pas buat menikmati Bukit Paralayang secara maksimal.
Ini mungkin tips paling penting yang sering diremehkan pemula. Apalagi kalau kamu pengen coba pengalaman naik paralayang di sana. Soalnya aktivitas paralayangnya sangat bergantung pada kondisi cuaca, terutama kestabilan angin.
Kalau cuaca sedang buruk, hujan deras, atau angin kencang, operasional paralayang bisa dihentikan demi keselamatan. Karena itu sebelum berangkat, pastikan cek prakiraan cuaca lewat aplikasi cuaca atau BMKG.
Waktu terbaik buat mencoba paralayang adalah musim kemarau karena angin dari Samudra Hindia cenderung lebih stabil dan aman untuk penerbangan. Kalau kamu nggak yakin soal kondisi cuaca hari itu, sebaiknya hubungi pengelola dulu sebelum terlanjur berangkat jauh-jauh.
Jalan menuju puncak Bukit Paralayang cukup menantang, dengan kontur yang terus menanjak dan beberapa tikungan tajam. Buat kamu yang baru pertama kali datang, ini bisa sedikit mengejutkan karena jalannya berbeda dari jalan wisata pada umumnya.
Pastikan kondisi rem kendaraanmu dalam keadaan baik, terutama buat perjalanan turun. Kalau pakai motor, pilih yang punya mesin cukup bertenaga biar nggak ngos-ngosan saat nanjak.
Memutuskan untuk datang lebih pagi juga cukup membantu kamu menghindari antrean kendaraan yang kadang terjadi saat sore hari ketika pengunjung membludak.
Banyak pemula yang datang dengan ekspektasi yang kurang akurat soal apa aja yang bisa dilakukan di sini. Bukit Paralayang Watugupit pada dasarnya punya dua daya tarik utama, yaitu menikmati pemandangan dari ketinggian dan mencoba olahraga paralayang tandem bersama instruktur profesional.
Kalau kamu hanya ingin menikmati panorama dan sunset, itu gratis dan bisa dilakukan siapa saja. Tapi kalau mau mencoba paralayang, siapkan budget tambahan mulai dari Rp300.000 sampai Rp500.000 per orang, sudah termasuk instruktur dan peralatan.
Untuk pemula yang belum pernah terbang sama sekali, jenis penerbangan tandem di sini sangat ramah pemula karena semua dikendalikan oleh instruktur berpengalaman.
Ini satu hal yang wajib diperhatikan, terutama buat pemula yang mungkin belum tahu kondisi areanya. Beberapa bagian puncak Bukit Paralayang digunakan sebagai landasan take-off paralayang dan tidak dilengkapi pagar pembatas di tepinya.
Demi keselamatan, hindari berdiri atau duduk terlalu dekat dengan tepi. Angin di atas bukit bisa cukup kencang dan tiba-tiba, jadi risiko tergelincir atau terdorong angin tetap ada kalau kamu nggak berhati-hati.
Ingat, kamu harus selalu utamakan keselamatan dan nikmati pemandangannya dari jarak yang aman.
Kalau kamu berencana mencoba paralayang untuk pertama kali, jangan anggap enteng persiapan fisik dan mentalnya. Secara fisik, kamu perlu dalam kondisi prima karena take-off memerlukan tenaga buat berlari beberapa langkah sebelum terangkat angin.
Dari sisi mental, wajar kalau ada rasa deg-degan sebelum terbang. Yang perlu kamu lakukan adalah komunikasikan ketakutan atau kekhawatiranmu ke instruktur sebelum take-off supaya mereka bisa memberikan arahan yang tepat.
Ikuti semua instruksi instruktur dengan baik dan jangan panik di udara, paralayang tandem untuk pemula di sini dirancang sangat aman selama kondisi cuaca mendukung.
Satu tips yang kerap dilewatkan pemula adalah soal pakaian. Di puncak bukit, angin bisa cukup kencang dan suhu terasa lebih dingin dibanding di bawah, jadi outfit yang kamu pakai perlu bisa menyesuaikan kondisi ini.
Hindari pakai rok, celana pendek terlalu mini, atau pakaian yang terlalu longgar karena bisa mengganggu kenyamanan, terutama kalau kamu ikut paralayang.
Pilih kaos berbahan ringan yang menyerap keringat untuk lapisan dalam, lalu tambahkan jaket tipis atau outer ringan yang bisa dilepas-pasang sesuai suhu.
Celana panjang atau jogger juga lebih direkomendasikan daripada celana pendek buat kamu yang mau mencoba paralayang, karena instruktur biasanya lebih mudah memasangkan harness ke celana yang lebih tertutup.
Setelah tahu semua tips ke Bukit Paralayang untuk pemula di atas, sekarang saatnya mulai persiapan dari rencana liburan sampai pilihan outfit. Soal outfit, kamu nggak perlu bingung, karena ada brand lokal 3Second dan Greenlight yang hadir untuk temani liburanmu.
3Second dan Greenlight punya banyak pilihan kaos, jaket, dan celana yang ringan, adem, dan tetap stylish buat aktivitas outdoor seperti ke Bukit Paralayang. Mulai dari kaos katun yang breathable, outer tipis anti angin, sampai celana jogger yang nyaman dipakai seharian.
Yuk, dapatkan koleksinya lewat marketplace resmi, atau langsung kunjungi toko 3Second terdekat dari kotamu sebelum berangkat liburan!
Artikel ini ditulis oleh: 3Second Writer - SM
Tagar:
Bagikan