15 Peralatan Dapur yang Harus Rutin Dibersihkan, Apa Saja?

Mom & Kids

Sabtu, 14 Feb 2026

669 Views

Peralatan Dapur yang Harus Rutin Dibersihkan

Dapur sering disebut sebagai jantung dari sebuah rumah. Namun, apa jadinya jika jantung tersebut justru menjadi sarang kuman? Moms, ternyata ada beberapa peralatan dapur yang harus rutin dibersihkan lho.  

Soal kebersihan, seringkali kita hanya fokus mencuci piring dan menyapu lantai, padahal ada beberapa peralatan dapur yang membutuhkan perhatian ekstra karena intensitas pemakaiannya yang tinggi.

Setiap peralatan tersebut tentu memiliki perawatan dan cara pembersihan yang berbeda-beda tergantung dari material dan tingkat intensitas digunakannya. 

Peralatan Dapur yang Harus Rutin Dibersihkan, Apa Saja? 

Berikut adalah daftar peralatan dapur yang wajib Moms bersihkan secara rutin:

1. Spons Cuci Piring

Setiap hari kita menggunakan spons untuk mencuci piring dan peralatan lainnya.

Wajar, jika ini adalah benda yang paling kotor di dapur. Lembab dan sisa makanan menjadikannya tempat favorit bakteri berkembang biak.

Spons memiliki struktur berpori yang menyimpan kelembaban dan sisa nutrisi makanan. Jika tidak dibersihkan/dikeringkan setiap hari, bakteri seperti E. coli dan Salmonella dapat berkembang biak dalam hitungan jam.

Menggunakan spons kotor sama saja dengan memindahkan bakteri dari satu piring ke piring lainnya.

  • Cara mencuci spons yang benar: Rendam dalam air panas atau ganti setiap 2 minggu sekali.

2. Papan Potong (Talenan)

Goresan pisau pada talenan plastik maupun kayu sering menyimpan sisa daging atau sayuran yang membusuk.

Talenan bersentuhan langsung dengan bahan mentah (daging/sayur). Cairan dari daging mentah bisa meresap ke dalam pori-pori atau bekas goresan pisau.

Jika tidak dicuci bersih segera setelah dipakai, bakteri dari daging mentah bisa berpindah ke sayuran atau buah yang akan dimakan langsung. Tentunya bisa memberikan dampak serius bagi kesehatan.

  • Cara mencuci talenan yang benar: Gosok dengan lemon dan garam untuk mengangkat noda dan bau yang menempel.

3. Rak Piring & Wadah Sendok

Air yang menggenang di dasar rak piring bisa menyebabkan tumbuhnya lumut dan jamur.

Tetesan air dari piring yang baru dicuci seringkali menggenang di dasar wadah. Lingkungan lembap ini adalah tempat ideal bagi jamur dan lumut halus.

Alat makan yang sudah bersih bisa kembali terkontaminasi oleh jamur yang tumbuh di dasar wadah yang kotor.

  • Cara mencuci rak piring yang benar: Cuci rak piring dengan sabun setiap seminggu sekali dan pastikan kering sempurna.

4. Knop Kompor dan Pegangan Kulkas

Dua area ini paling sering disentuh dengan tangan yang mungkin masih berminyak atau terkena bahan makanan mentah.

Ini adalah area high-touch (paling sering disentuh). Saat memasak, tangan kita sering berpindah dari memegang daging mentah langsung memutar knop kompor atau membuka kulkas.

Menjadi jalur transmisi kuman paling cepat antar anggota keluarga melalui sentuhan tangan.

  • Cara membersihkan knop dan pegangan kulkas yang benar: Lap dengan cairan desinfektan setiap sore setelah selesai memasak.

Baca Juga : 6 Penyebab Kulkas Mendadak Tidak Dingin dan Solusinya

5. Blender dan Food Processor

Bagian karet seal pada pisau blender seringkali menyimpan sisa smoothie atau bumbu yang berjamur.

Bagian bawah pisau dan karet penyangga (seal) sering menyimpan sisa makanan kecil yang tidak terlihat mata namun cukup untuk memicu pembusukan.

Sisa makanan yang membusuk bisa meracuni makanan baru yang Moms buat di penggunaan berikutnya.

  • Cara mencuci blender yang benar: Lepas seluruh bagian blender saat mencuci agar tidak ada sisa makanan tertinggal.

6. Microwave dan Oven

Cipratan lemak di dinding dalam microwave jika dibiarkan akan mengeras dan menimbulkan aroma tidak sedap.

Cipratan minyak atau kuah saat memanaskan makanan akan menempel di dinding dalam. Jika terkena panas berulang kali tanpa dibersihkan, lemak ini akan teroksidasi dan menjadi karsinogenik.

Mencemari aroma makanan baru dan berpotensi menyebabkan asap berlebih (risiko kebakaran kecil).

  • Cara mencuci microwave yang benar: Panaskan semangkuk air jeruk nipis di dalamnya selama 5 menit agar lemak melunak dan mudah dilap.

7. Teko Listrik (Water Kettle)

Air keran mengandung mineral yang akan mengendap saat dipanaskan. Endapan ini mengeras dan menjadi tempat bakteri bersembunyi.

Endapan mineral dari air (kerak putih) bisa menumpuk di dasar teko.

Endapan mineral membuat pemanasan air tidak efisien (boros listrik) dan bisa mengubah rasa air menjadi sedikit pahit atau berkapur.

  • Cara mencuci teko listrik yang benar: Rebus air dengan campuran cuka putih, lalu bilas hingga bersih.

8. Pisau Dapur

Pisau bersentuhan langsung dengan jaringan makanan (daging, sayur, buah). Sisa cairan yang tertinggal di celah antara bilah dan pegangan pisau adalah media pertumbuhan bakteri.

Pisau yang bekas memotong daging mentah dan tidak dicuci bersih dapat memindahkan bakteri Salmonella ke buah atau sayuran yang akan dimakan langsung.

  • Cara mencuci pisau dapur yang benar: Cuci dengan sabun dan air mengalir segera setelah dipakai. Jangan direndam di bak cuci piring (berbahaya dan bikin tumpul). Segera lap hingga kering agar tidak berkarat.

Baca Juga : 5 Cara Menanam Kentang di Rumah, Panduan Agar Tidak Gagal Panen!

9. Saringan Minyak

Saringan menangkap partikel makanan halus yang terbakar. Minyak yang mengendap di saringan akan teroksidasi oleh udara dan menjadi tengik.

Minyak yang teroksidasi mengandung radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan jantung. Selain itu, sisa makanan yang tertinggal bisa berjamur dan mencemari minyak baru.

  • Cara mencuci saringan yang benar: Rendam dalam air panas yang dicampur sabun cuci piring berformula penghilang lemak (degreaser). Sikat perlahan dengan sikat nilon hingga lubang-lubangnya bersih.

10. Wadah Penanak Nasi

Sisa pati nasi yang mengering di dasar wadah merupakan sumber karbohidrat sempurna bagi kuman. Bakteri Bacillus cereus sangat sering ditemukan pada sisa nasi yang dibiarkan pada suhu ruang.

Keracunan makanan yang ditMomsi dengan mual dan muntah. Jika tidak dicuci bersih, nasi baru akan lebih cepat basi dan berbau tak sedap.

  • Cara mencuci wadah penanak nasi yang benar: Rendam dengan air hangat agar sisa nasi yang mengeras melunak. Gunakan spons lembut agar lapisan anti-lengket tidak terkelupas.

11. Wajan

Lapisan lemak dan bumbu yang terbakar (kerak hitam) mengandung residu karbon yang menumpuk seiring waktu.

Paparan zat karsinogenik (pemicu kanker) dari sisa pembakaran yang ikut menempel pada masakan baru. Selain itu, wajan yang kotor akan membuat masakan lengket dan matang tidak merata.

  • Cara mencuci wajan yang benar: Untuk kerak membandel, rebus air di dalam wajan yang diberi sedikit baking soda. Setelah kerak terangkat, cuci bersih dengan sabun.

12. Spatula

Spatula (terutama yang berbahan kayu atau silikon) sering memiliki pori-pori atau celah sambungan tempat lemak dan protein tersangkut.

Menjadi sarang bakteri dan jamur. Spatula yang tidak higienis akan mencemari masakan setiap kali Moms mengaduk makanan.

  • Cara mencuci spatula yang benar: Untuk bahan kayu, cuci cepat dan jangan direndam. Untuk bahan silikon, pastikan bagian sambungan antara kepala dan gagang dibersihkan secara detail.

Baca Juga : Ini 8 Alasan Jangan Malas Ganti Sprei Kamar Tidurmu

13. Tutup Panci

Uap air yang membawa lemak akan menempel pada bagian dalam tutup panci, terutama di sekitar sekrup pegangan.

Tetesan uap air yang terkontaminasi lemak lama bisa jatuh kembali ke dalam masakan segar, mengubah rasa dan membawa kotoran yang sudah teroksidasi.

  • Cara mencuci tutup panci yang benar: Fokus pada area sekitar baut pegangan. Jika perlu, lepaskan baut sesekali untuk membersihkan lemak yang terjepit di sela-sela kaca dan logam.

14. Lap Tangan

Lap sering digunakan saat tangan masih basah atau kotor setelah memegang bahan makanan. Kain yang lembap adalah "surga" bagi bakteri.

Penyebaran kuman ke seluruh dapur. Setiap kali Moms mengeringkan tangan dengan lap kotor, Moms justru memindahkan ribuan bakteri kembali ke tangan yang baru dicuci.

  • Cara mencuci lap tangan yang benar: Cuci di mesin cuci dengan air panas dan deterjen setiap 2 hari sekali. Jemur di bawah sinar matahari langsung agar kuman mati.

15. Spons Kawat atau Sabut

Serat kawat atau sabut yang rapat sering memerangkap sisa lemak dan serpihan makanan yang sangat sulit dibilas hanya dengan air.

Sisa makanan yang membusuk di dalam sabut akan menimbulkan bau busuk dan menyebarkan kuman ke peralatan makan yang sedang Moms "bersihkan".

  • Cara mencuci spons kawat atau sabut yang benar: Bilas dengan air mengalir yang kencang untuk mengeluarkan serpihan makanan. Rebus dalam air mendidih secara rutin untuk membunuh bakteri di dalamnya.

Kebersihan Dapur Dimulai dari Kebiasaan dan Kenyamanan

Membersihkan daftar peralatan di atas memang membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. 

Menjaga kebersihan peralatan dapur yang harus rutin dibersihkan adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan keluarga tercinta. 

Dapur yang higienis dan penampilan yang tetap nyaman adalah kombinasi sempurna untuk menciptakan suasana rumah yang harmonis.

Sempurnakan momen "bebenah" dapur Moms dengan koleksi T-shirt dari 3Second. Dibuat dari bahan katun pilihan yang ringan, pakaian 3Second memberikan sirkulasi udara maksimal. 

Jadi, meski Moms sedang sibuk menggosok wajan atau mencuci tumpukan alat masak, kulit tetap terasa sejuk dan bebas lembap.

 

Artikel ini ditulis oleh: 3Second Writer - SN

Tagar:

Peralatan Dapur yang Harus Rutin Dibersihkan

Bagikan

About the author

3Second Writer - SN