DAFTAR ISI
[ Hide ]
Kamis, 29 Jan 2026
231 Views
Bukan cuma menyenangkan, ternyata ada banyak sekali manfaat bermain masak-masakan untuk anak, mulai dari melatih kemandirian, membantu perkembangan motorik, hingga mengajarkan anak berhitung.
Tidak heran jika si kecil sering kali begitu menikmati permainan sederhana ini. Nah, sebagai orang tua, kamu bisa mengisi quality time bareng anak dengan menemani mereka bermain masak-masakan.
Supaya lebih paham dengan manfaatnya, yuk simak ulasan lengkapnya di artikel ini!
DAFTAR ISI
[ Hide ]

Bermain masak-masakan membuat anak merasa bahwa mereka sedang menjadi seorang koki di dapur. Mereka bebas berimajinasi membuat menu, termasuk dalam memilih bahan dan mencampur resep sekreatif mungkin.
Agar lebih aman, edukatif, dan tahan lama, orang tua bisa memfasilitasi anak dengan alat-alat masak serta bahan makanan mainan yang terbuat dari stainless steel, kayu, atau plastik BPA free berkualitas tinggi.
Bermain masak-masakan juga baik untuk melatih keterampilan motorik halus pada anak. Karena anak akan belajar memotong, mengaduk, mencampur, hingga memegang peralatan memasak seperti pisau mainan, spatula, dan lain-lain.
Kemampuan motorik halus sendiri berkaitan dengan pergerakan otot-otot kecil, terutama pada tangan dan jari, yang butuh koordinasi mata-tangan dan ketelitian yang tinggi. Ini sangat bagus karena biasanya anak akan fokus dengan aktivitas memasaknya.
Bukan cuma mengembangkan kreativitas dan imajinasi, si kecil juga jadi bisa kenalan dengan konsep dasar matematika melalui menimbang bahan, menghitung telur, mengukur gula, dan lainnya.
Selain itu, anak juga dapat mengenal konsep dasar sains melalui perubahan wujud bahan masakan, terlebih jika kegiatan memasak dilakukan menggunakan bahan dan alat asli.
Namun, orang tua tetap perlu mendampingi si kecil agar aktivitas ini aman sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Ketika bermain masak-masakan bersama, anak juga akan belajar mengekspresikan pendapat, bertanya, dan mendengarkan orang lain, baik ketika bersama orang tuanya, guru, maupun teman-temannya.
Interaksi ini membantu si kecil memahami cara berkomunikasi yang baik, seperti bergiliran berbicara dan menyampaikan perasaan dengan kata-kata. Tanpa disadari, kemampuan sosial anak pun terasah secara alami lewat kebiasaan sederhana.
Bermain masak-masakan juga bisa menjadi cara seru untuk melatih kemandirian dan rasa percaya diri anak. Lewat aktivitas ini, si kecil belajar melakukan berbagai hal sendiri, mulai dari mengaduk “masakan”, memasukkan bahan, hingga menyelesaikan langkah-langkah sederhana.
Anak juga belajar bertanggung jawab atas peran yang dipilihnya selama bermain. Dari pengalaman inilah rasa percaya diri perlahan tumbuh karena anak merasa mampu, sementara dukungan orang tua akan membuatnya semakin berani mencoba hal-hal baru.

Selain bermain masak-masakan dengan alat mainan, orang tua, terutama ibu, juga bisa melibatkan si kecil memasak dengan bahan makanan asli. Manfaatnya, anak jadi lebih mengenal jenis makanan, memahami proses pengolahan, serta tahu mana bahan yang baik untuk tubuhnya.
Aktivitas ini membantu anak membangun kebiasaan makan sehat sejak dini karena ia merasa terlibat langsung dan lebih tertarik mencoba hasil masakannya sendiri.
Mendampingi anak bermain, termasuk masak-masakan, adalah bagian penting dari parenting. Namun, di tengah peran mengasuh dan mendampingi anak, ibu modern juga perlu memperhatikan diri sendiri agar tetap nyaman dan percaya diri saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Di sinilah 3Second Ladies hadir dengan koleksi outfit simple, stylish, dan fungsional yang mendukung gaya hidup aktif ibu modern. Ada banyak pilihan atasan, dress, hingga bawahan dengan desain casual sampai minimalis yang siap temani ibu bergerak bebas tanpa mengorbankan gaya.
Kabar baiknya, seluruh koleksinya udah tersedia di marketplace 3Second dengan diskon menarik untuk transaksi perdana. Tapi, kalau mau cek koleksinya langsung, tinggal kunjungi toko 3Second terdekat yang udah tersebar di seluruh Indonesia!
Yuk, upgrade gaya kamu bareng 3Second sekarang! Karena ibu yang nyaman dan percaya diri akan lebih siap mendampingi anak untuk tumbuh dan belajar.
Artikel ini ditulis oleh: 3Second Writer - SM
Bagikan