Kamis, 10 Jul 2025
19.613 Views
Di tengah gemerlap lampu kota, ritme cepat, dan ruang urban yang serba instan, lahirlah sebuah karakter baru: Urban Maverick. Ia bukan sekadar penikmat kota, tapi juga pelaku. Ia hadir dengan gaya khas, visi kreatif, dan keberanian untuk tampil beda. Sosok inilah yang jadi inspirasi koleksi dan arah gerak brand 3Second ke depan.
Lewat roadmap 2025, 3Second membawa semangat "Urban" ke level yang lebih tinggi—menggabungkan antara estetika fashion, dinamika ruang kota, dan semangat kolaboratif dalam berkarya.
Urban Maverick adalah representasi generasi muda yang:
Di mata 3Second, Urban Maverick adalah mereka yang menjadikan jalanan sebagai runway, kafe sebagai workspace, dan bangunan kota sebagai kanvas inspirasi.
Kota bukan hanya latar, tapi juga ruang yang hidup. Lewat konsep “Urban”, 3Second melihat ruang kota sebagai medan eksplorasi gaya. Mulai dari lorong grafiti, atap gedung tua, sampai halte bus—semuanya punya potensi jadi latar gaya hidup masa kini.
Dalam roadmap 2025, 3Second menetapkan arah baru yang lebih berani, berkarakter, dan penuh kolaborasi. Beberapa highlight yang menjadi bagian dari semangat Urban Maverick:
Mengikuti arah baru ini, 3Second menyiapkan deretan koleksi yang mencerminkan gaya Urban Maverick:
Kaos grafis bertema street life
Tampil simple namun tetap stylish setiap saat dengan Kaos dari 3Second. Teksturnya yang halus menjadikannya lembut di kulit dan tidak mudah kusut. Berbahan katun yang terkenal karena kelembutannya dan daya tahan yang luar biasa, sehingga nyaman dipakai sepanjang hari tanpa membuat gerah. Kaos Street yang didesain dengan potongan regular fit, bikin kamu merasa bebas bergerak dan leluasa beraktivitas! Cocok banget buat yang suka gaya simpel dan praktis.
Semua item dirancang untuk menunjang aktivitas aktif di ruang kota—entah itu nongkrong, kerja kreatif, atau konten-an di spot favoritmu.
Urban Maverick nggak melulu soal tampilan. Ini adalah gaya hidup yang mencerminkan semangat adaptif, cepat, dan kreatif. Di tengah kesibukan dan tekanan urban, gaya ini menjadi bentuk “perlawanan halus” yang membebaskan.
Artikel ini ditulis oleh: Biensi Writer
Tagar:
Bagikan