DAFTAR ISI
[ Hide ]
Senin, 30 Mar 2026
7.002 Views
Tahukah kamu kalau salah satu busana tertua di dunia berasal dari tanah Sulawesi Selatan? Baju Bodo, pakaian adat khas suku Bugis-Makassar, bukan sekadar helai kain sutra yang indah dipandang.
Jauh sebelum tren fashion modern mengenal siluet boxy atau oversized, perempuan Bugis sudah mengenakan busana berbentuk segi empat ini sebagai simbol kehormatan dan status sosial. Keunikan Baju Bodo terletak pada transparansi kainnya yang dipadukan dengan sarung sutra (Lipa Sabbe) yang kaya warna, menciptakan tampilan yang anggun sekaligus berwibawa.
Namun, di balik warna-warninya yang mencolok, ternyata ada "bahasa rahasia" yang tersimpan. Setiap warna yang dikenakan dalam Baju Bodo memiliki aturan adat yang ketat dan filosofi mendalam yang menunjukkan fase kehidupan pemakainya—mulai dari masa kanak-kanak yang ceria hingga masa tua yang penuh kebijaksanaan.
Penasaran apa saja makna di balik setiap warnanya dan bagaimana cara memadukannya agar tetap terlihat stylish di era modern? Yuk, kita bedah satu per satu!
DAFTAR ISI
[ Hide ]

Dalam tradisi masyarakat Bugis-Makassar, warna jingga atau oranye bukan sekadar pilihan estetik. Warna cerah ini secara khusus hanya diperuntukkan bagi anak perempuan yang berusia di bawah 10 tahun.

Begitu seorang gadis melangkah ke usia remaja atau sebelum menikah, warna Baju Bodo yang dikenakan biasanya berubah menjadi merah darah.

Putih adalah warna yang sangat sakral dalam budaya Sulawesi Selatan. Baju Bodo warna putih biasanya dikenakan oleh para Bissu (pendeta adat) atau kalangan bangsawan dalam ritual-ritual tertentu.

Dahulu, warna hijau adalah warna eksklusif yang tidak boleh dipakai sembarang orang. Warna ini hanya boleh dikenakan oleh putri raja atau kalangan bangsawan tinggi di lingkungan kerajaan.

Dalam aturan adat yang lebih tradisional, warna ungu memiliki makna yang sangat spesifik. Warna ini sering diidentikkan dengan perempuan yang sudah pernah menikah atau para janda.
Baca Juga : Bukan Cuma Kebaya! Ini 7 Baju Adat Sunda yang Unik dan Wajib Kamu Tahu

Warna gelap atau hitam biasanya menjadi pilihan utama bagi perempuan yang sudah lanjut usia atau mereka yang dianggap sebagai tetua adat dalam suatu komunitas.
Baca Juga : 7 Jenis Baju Adat Melayu yang Ikonik, Memukai dengan Filosofisnya

Baju Bodo tidak akan pernah terasa lengkap tanpa kehadiran perhiasan emas yang besar dan mencolok. Mulai dari gelang bosso yang tebal hingga kalung rantai panjang yang menjuntai indah di dada.
Baju Bodo mengajarkan kita bahwa warna bukan sekadar elemen estetika, melainkan bahasa identitas yang menunjukkan fase kehidupan dan status sosial seseorang dalam masyarakat Bugis-Makassar.
Dari cerahnya warna jingga yang melambangkan kepolosan anak-anak hingga wibawa warna hitam para tetua, setiap helai kain transparan ini adalah bukti nyata betapa tingginya peradaban Nusantara dalam menghargai tatanan hidup.
Meskipun zaman terus berganti, keanggunan Baju Bodo tetap menjadi simbol Siri’ (harga diri) yang abadi dan tak lekang oleh waktu.
Kamu pun bisa membawa semangat keberanian dan warna-warni Baju Bodo ke dalam gaya harianmu yang lebih modern.
Siluet boxy yang khas dari Baju Bodo sebenarnya sangat pas dipadukan dengan Koleksi Blouse atau Kemeja Oversized dari 3Second yang berbahan katun ringan. Padukan dengan kain lilit atau sarung sutra modern untuk menciptakan tampilan ethnic-chic yang effortless namun tetap penuh karakter.
Siap untuk tampil stylish sekaligus membumi dengan outfit 3Second?
Artikel ini ditulis oleh: 3Second Writer - SN
Tagar:
Bagikan