DAFTAR ISI
[ Hide ]
Jumat, 3 Jul 2026
1.010 Views
Siapa bilang jaket cuma cocok dipakai saat cuaca dingin atau musim hujan? Faktanya, bahan jaket terbaik untuk cuaca panas juga banyak dicari karena sekarang jaket udah jadi bagian dari style outfit sehari-hari.
Apalagi di Indonesia yang cuacanya cenderung panas. nggak sedikit orang tetap pakai jaket buat melindungi kulit dari sinar matahari atau sekadar bikin outfit terlihat lebih keren.
Tapi, kalau salah pilih bahan, jaket justru bisa bikin kamu gampang gerah dan nggak nyaman seharian. Nah, supaya tetap adem dan stylish, yuk kenali beberapa bahan jaket yang cocok dipakai saat cuaca panas!
DAFTAR ISI
[ Hide ]

Katun jadi salah satu bahan jaket paling populer untuk cuaca panas karena sifatnya yang lembut, adem, dan mampu menyerap keringat dengan baik. Jadi, meski aktivitas cukup padat dan aktif di siang hari, jaket bahan katun akan membuat tubuh tetap kering.
Selain itu, jaket bahan katun juga mudah gampang dirawat dan dicuci. Cocok banget buat kamu yang butuh jaket yang ringan dan praktis untuk dipakai harian.
Jenis jaket bahan katun yang adem: jaket parka atau coach, jaket bomber, chore jacket, jaket hoodie atau sweater.

Kalau kamu mau tampilan yang lebih eksklusif, jaket bahan linen bisa jadi pilihan menarik. Serat alaminya bikin jaket tetap sejuk walau cuaca sedang terik, karena sirkulasi udaranya lebih baik dibanding jaket dengan bahan sintetis.
Jaket bahan linen juga ringan dan cepat kering saat dicuci. Meski begitu, linen perlu perawatan yang sedikit ekstra, karena bahan ini cenderung mudah kusut.
Jenis jaket bahan linen yang adem: overshirt linen, jaket bomber linen, furline linen, jaket blazer, chore jacket.
Untuk aktivitas outdoor atau naik motor, jaket dengan bahan parasut atau taslan tipis bisa banget jadi andalan. Kedua bahan ini ringan dan tahan angin, jadi tetap nyaman dipakai meski di bawah sinar matahari langsung.
Teksturnya yang tidak menyerap panas juga bikin tubuh nggak gampang gerah, meski dipakai seharian penuh. Bahkan jaket parasut atau taslan ini juga cocok dipakai sebagai jaket olahraga, seperti lari hingga tracking.
Jenis jaket bahan parasut dan taslan yang adem: jaket jaket windbreaker, jaket parasut lipat, dan jaket tracksuit atau tracker.
Bahan drill punya tekstur diagonal yang khas, kuat, dan tebal, mirip denim tapi jauh lebih ringan. Dibanding bahan jaket untuk cuaca panas lainnya, drill termasuk yang paling tahan lama dan nyaman dipakai panas-panasan.
Dengan keunggulannya, nggak heran kalau jaket bahan drill sering jadi pilihan sebagai jaket kerja outdoor atau seragam komunitas yang butuh daya tahan ekstra.
Jenis jaket bahan drill yang adem: jaket harrington, jaket parka, jaket coach.

Dari sekian banyak jenis denim, ada juga varian lightweight atau denim dengan ketebalan yang lebih ringan. Jenis denim inilah yang biasa jadi pilihan untuk bahan jaket adem karena lebih nyaman dipakai di cuaca panas.
Selain kenyamanannya, jaket bahan denim tipis juga unggul di tampilan yang bisa bikin lebih stylish dan casual, serta mudah dipadu padankan dengan berbagai outfit harian.
Jenis jaket bahan denim tipis yang adem: jaket denim klasik atau trucker jacket, jaket denim oversized, jaket washed denim.

Kain kanvas juga termasuk bahan jaket terbaik untuk cuaca panas. Jaket dengan bahan ini punya karakter yang kuat, ringan, namun tidak terlalu tebal saat dipakai.
Dari segi tampilan, serat kainnya terlihat jelas di permukaan, tidak mudah kusut, dan tetap nyaman digunakan. Cocok buat kamu yang ingin tampil rapi dengan jaket yang awet dipakai dalam jangka panjang.
Jenis Jaket Bahan Kanvas yang Adem: jaket chore, jaket trucker kanvas, jaket rompi, jaket semi parka, jaket bomber, work jacket.
Mirip seperti jaket bahan drill dengan tenunan diagonal yang khas, namun jaket bahan twil punya tekstur yang sedikit lebih halus dan ringan. Karena nggak terlalu tebal, bahan ini tetap nyaman dipakai saat cuaca panas.
Tenunannya yang rapi juga bikin tampilan jaket bahan twill terasa lebih eksklusif dibanding bahan casual lainnya, sehingga cocok dipakai untuk kegiatan formal dan semi-formal.
Jenis jaket bahan twill yang adem: work jacket, coach jacket, jaket denim, jaket parka, jaket safari.
Bahan corduroy punya ciri khas garis-garis halus di permukaannya. Dibanding daftar bahan jaket untuk cuaca panas lainnya, bahan ini cenderung lebih tebal.
Meski begitu, jaket bahan corduroy yang tipus tetap bisa jadi opsi untuk cuaca yang tidak terlalu terik. Bahan ini juga dikenal awet dan gampang dirawat, jadi cocok untuk investasi jangka panjang.
Jenis jaket bahan corduroy yang adem: jaket trucker, chore jacket, jaket overshirt.
Kamu mungkin lebih kenal fleece sebagai bahan jaket untuk musim dingin karena sifatnya yang menahan panas tubuh. Tapi menariknya, ada versi fleece yang tipis atau ringan yang biasa dipakai untuk bahan jaket seperti hoodie atau crew neck.
Fleece ringan punya tekstur lembut dan terasa nyaman di kulit. Selain itu, bahan ini juga cenderung ringan, mudah menyerap keringat, dan tetap memberi rasa hangat tanpa bikin gerah.
Jenis jaket bahan fleece yang adem: zipper hoodie, crewneck.

Terakhir ada jaket bahan baby terry yang punya karakteristik mirip seperti fleece. Namun bedanya yaitu serat baby terry lebih kecil dan halus, jadi terasa lebih ringan saat dipakai.
Karena teksturnya lembut dan tidak terlalu tebal, jaket baby terry tetap nyaman dipakai saat cuaca panas. Bahan ini juga cukup menyerap keringat, jadi cocok dipakai sehari-hari.
Jenis jaket bahan baby terry yang adem: sweater atau crewneck, hoodie.
Biar makin yakin sebelum belanja, coba perhatikan beberapa hal berikut saat memilih jaket untuk cuaca panas.

Sudah tahu bahan jaket mana yang paling cocok buat kamu? Sekarang saatnya pilih model jaket yang sesuai kebutuhan dan gaya sehari-hari.
Kamu bisa cek berbagai koleksi jaket dari 3Second dan Greenlight di marketplace resminya, mulai dari jaket desain casual hingga model yang nyaman dipakai di cuaca panas.
Dengan banyak pilihan bahan, warna, dan desain, kamu bisa lebih mudah menemukan jaket yang tetap adem sekaligus menunjang penampilanmu!
Artikel ini ditulis oleh: 3Second Writer - SM
Bagikan